Kamis, 19 Januari 2012

" TEMPAT YANG TAK TERGANTIKAN "



Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang aku kasihi, sering aku bertanya-tanya bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sudah sangat sedih karena sudah meninggalkan suami yang tidak mampu mengurus rumah tangga dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang aku rasakan karena selama ini saya merasa bahwa saya sudah gagal, tidak memenuhi kebutuhan jasmani dan rhani anak saya, dan gagal mejadi ayah dan ibu untuk anak saya.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat kekantor, anak saya masih tertidur.Oh...aku harus menyediakan makanan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi semalam jadi aku menggoreng teluruntuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih ngantuk, saya segera bergegas berangkat ketempat kerja.
Peranganda yang aku jalani membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku. Saya langsung kekamar tidur, dan aku melewatkan makan malam. Namun ketika aku merebahkan badan saya ketempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat.aku membuka selimut dan...disanalah sumber masalahnya. Sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di suprey dan selimut! Oh ..Tuhan! aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat “Pak,, tadi aku merasa lapar dan tidak ada sisa nasi lagi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat ayah, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh dan menggunakan kompor gas tanpa orang dewasa di sekitar, makan aku menyalakan mesin air minum dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan satu lagi untuk aku. Karena takut mienya akan menjadi dingin maka aku menyimpannya di tempat selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tetapi aku lupa mengingatkan ayah karena saya sedang asik bermain dengan mainan ini.. saya minta maaf pak!!
Seketika, air mata mulai mengalir dari pipiku....tetapi, saya tidak ingin melihat anak saya melihat ayahnya menagis maka saya berlari kekamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower untuk menutupi suara tangisan saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluk erat dan memberi obat kepadanya atas luka bekas pukulan di pantatnya. Lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie ditempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku dan melihat anakku masih menangis. Bukan karena sakit dipantatnya tetapi karena melihat foto mamanya yg dikasihi.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, untuk memusatkan perhatian dengan memberikan kasih sayang seorang ayah dan juga seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa anakku sudah berumur tujuh tahun  dan akan lulus dari taman kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi dimasa kecilnya tidak meninn\ggalkan kenangan buruk dimasa kecilanya dan dia tumbuh dewasa dan bahagia.
Namun..belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal...
Guru taman kanak-kanaknya memanggilku dan memberi tahu bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan.tetapi dia tidak ada dirumah, aku pergi mencari disekitar rumah kami, memanggil-manggil namanya.dan ahirnya menemuka dirinya si debuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira.aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.dia diam saja lalu mengatakan “aku minta maaf pa”
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata dia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan sekolah, karena yang diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidak hadiranyya karena tidak mempunyai ibu..
Beberapa hari setelah menghukummnya dengan rotan. Anakku pulang kerumah memberitahu saya, bahwa mereka telah diajarkan cara membaca dan menulis. Ejak saat itu, anakku lebuh banyak mengurung diri dikamarnya untuk berlatih dan menulis, yang saya yakin jika istri saya masih ada dan melihatnya iya merasa bangga. Tentuh saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari natal tellah tiba. Semangat natal ada dimana-mana juga dihati setiap orang yang lalu lalang...lagu-lagu natal terdengar diseluruh pelosok jalan... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelesaikan pekerjaan dihari-hari terakhir kerja. Tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukar pos sedang sibuk-sibuknya, suasana hati merasa pun jadi kurang bagus.
Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk untuk tidak memukulnya lagi. Karena saya merasa bahwa anak-anak saya sudah benar-benar keterlaluan.tetapi sekali lagi seperti sebelumnya, dia minta maaf: “maaf ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan mengapa iya melakukannya.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat itu lalu pulang.sesampai dirumah saya mendorong anaksaya kesudut ruangan untuk mempertanyakan kepadanya,perbuatan apalagi ini? Apa lagi yang ada di kepalanya.??’
Jawabannya ditengak isak-isak tangisannya :”surat surat itu untuk mama”
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca...tetapi aku terus mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya.”tetapi kenapa harus memposkan surat yg begitu banyak pada waktu yang sama.?”
Jawabannya”aku telah menulis surat buuat mami untuk waktu yang lama, tetapi setiap kali saya mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku. Sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku.  Tetapi baru kali ini ketika aku kembali kekotak pos aku bisa mencapai kotak itu dan mengirimnya sekaligus.
Setelah mendengar penjelasan itu aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tau apa yang harus aku lakukan dan apa yg harus aku tanyakan lagi.
Aku bilang pada anakku “nak mamimu sudah di surga, jaadi untuk selanjutnya jika kamu hendak menulis sesuatu untuk mama, cukup dengan membakar surat tersebut maka suratnya akan sampai kepada ibumu.setelah mendengar hal itu anakku jadi tenang.dan segera setelah itu iya bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat itu atas namanya, jadi saya segera membawa surat itu keluar, tapi ..saya jadi penasaran untuk membuka surat tersebut sebelum surat tersebut berubah menjadi abu
Dan salah satu isi surat tersebut membuat hati saya hancur...
Mammy sayang’.. saya sangat merindukanmu! hari ini, ada sebuah acara “pertunjukan bakat” di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir diacara itu. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memeritahu ayah hal ini karena saya takut ayah akan menangis dan merindukanmu lagi.
Saat ini aku menyembunyikan kesedihan, aku duduk didepan komputer dan mulai bermain game disalah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukuli aku, tetapi akutidak  memnceritakan alasan yang sebenarnya.
Mammi.. setiap hari saya melihat ayah merindukanMu. Setiap kali dia teringat padamu, iya begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis dikamarnya.saya pikir kitaberdua amat sngat merindukanmu.terlalu berat untuk kita berdua saya rasa, tapi ma, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mama muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tudur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mama kenapa engkau takpernah muncul?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa terhentikarena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak pernah dapat digantikan semenjak ditinggal oleh seorang istri saya..
Untuk para suami, yang telah dianugrahi seorang istri yang baik yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima kasih kepadanya setiap hari. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena engkau apabila telah kehilangan dia, tidak ada emas, permata, intan dan berlian yang bisa menggantikan posisinya.

NOTE : cerita ini nyata dialami oleh seorang ayah (hiden name ) dia menceritakan kepada saya secara lisan. Yang kemudian saya buat kebentuk tulisan karena saya rasa ini perlu diketahui publik.banyak hal positif yg bisa kita kutip dari cerita tersebut.
Maaf sebelumnya klau ada yang mengalami hal yang sama...
ARUL SIJABAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar