Selasa, 07 Februari 2012
Kamis, 19 Januari 2012
" TEMPAT YANG TAK TERGANTIKAN "
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang
aku kasihi, sering aku bertanya-tanya bagaimana keadaan istriku sekarang di
alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sudah sangat sedih karena sudah
meninggalkan suami yang tidak mampu mengurus rumah tangga dan seorang anak yang
masih begitu kecil. Begitulah yang aku rasakan karena selama ini saya merasa
bahwa saya sudah gagal, tidak memenuhi kebutuhan jasmani dan rhani anak saya,
dan gagal mejadi ayah dan ibu untuk anak saya.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku
harus segera berangkat kekantor, anak saya masih tertidur.Oh...aku harus
menyediakan makanan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi semalam jadi aku menggoreng
teluruntuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih ngantuk, saya
segera bergegas berangkat ketempat kerja.
Peranganda yang aku jalani membuat energiku benar-benar
terkuras. Suatu hari ketika aku pulang aku merasa sangat lelah, setelah bekerja
sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku. Saya langsung
kekamar tidur, dan aku melewatkan makan malam. Namun ketika aku merebahkan
badan saya ketempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan
kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti
cairan hangat.aku membuka selimut dan...disanalah sumber masalahnya. Sebuah
mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di suprey dan selimut! Oh
..Tuhan! aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung
menghujani anak saya yang sedang gembira dengan mainannya, dengan
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan,
dia hanya memberi penjelasan singkat “Pak,, tadi aku merasa lapar dan tidak ada
sisa nasi lagi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku
ingat ayah, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh dan menggunakan kompor
gas tanpa orang dewasa di sekitar, makan aku menyalakan mesin air minum dan
menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan satu lagi untuk
aku. Karena takut mienya akan menjadi dingin maka aku menyimpannya di tempat
selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tetapi aku lupa mengingatkan
ayah karena saya sedang asik bermain dengan mainan ini.. saya minta maaf pak!!
Seketika, air mata mulai mengalir dari pipiku....tetapi,
saya tidak ingin melihat anak saya melihat ayahnya menagis maka saya berlari
kekamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower untuk menutupi suara
tangisan saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluk erat dan
memberi obat kepadanya atas luka bekas pukulan di pantatnya. Lalu aku
membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie
ditempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku
melewati kamar anakku dan melihat anakku masih menangis. Bukan karena sakit
dipantatnya tetapi karena melihat foto mamanya yg dikasihi.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, untuk
memusatkan perhatian dengan memberikan kasih sayang seorang ayah dan juga
seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa anakku sudah
berumur tujuh tahun dan akan lulus dari
taman kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi dimasa kecilnya tidak
meninn\ggalkan kenangan buruk dimasa kecilanya dan dia tumbuh dewasa dan bahagia.
Namun..belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya
benar-benar menyesal...
Guru taman kanak-kanaknya memanggilku dan memberi tahu bahwa
anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku
berharap dia bisa menjelaskan.tetapi dia tidak ada dirumah, aku pergi mencari
disekitar rumah kami, memanggil-manggil namanya.dan ahirnya menemuka dirinya si
debuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira.aku marah,
membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.dia diam saja lalu
mengatakan “aku minta maaf pa”
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata dia absen dari
acara “pertunjukan bakat” yang diadakan sekolah, karena yang diundang adalah
siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidak hadiranyya karena tidak
mempunyai ibu..
Beberapa hari setelah menghukummnya dengan rotan. Anakku
pulang kerumah memberitahu saya, bahwa mereka telah diajarkan cara membaca dan
menulis. Ejak saat itu, anakku lebuh banyak mengurung diri dikamarnya untuk
berlatih dan menulis, yang saya yakin jika istri saya masih ada dan melihatnya
iya merasa bangga. Tentuh saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat
ini musim dingin, dan hari natal tellah tiba. Semangat natal ada dimana-mana
juga dihati setiap orang yang lalu lalang...lagu-lagu natal terdengar diseluruh
pelosok jalan... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang
menyelesaikan pekerjaan dihari-hari terakhir kerja. Tiba-tiba kantor pos
menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukar pos sedang
sibuk-sibuknya, suasana hati merasa pun jadi kurang bagus.
Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu
bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah
berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa
menahan diri untuk untuk tidak memukulnya lagi. Karena saya merasa bahwa anak-anak
saya sudah benar-benar keterlaluan.tetapi sekali lagi seperti sebelumnya, dia
minta maaf: “maaf ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan
mengapa iya melakukannya.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil
surat-surat tanpa alamat itu lalu pulang.sesampai dirumah saya mendorong
anaksaya kesudut ruangan untuk mempertanyakan kepadanya,perbuatan apalagi ini? Apa
lagi yang ada di kepalanya.??’
Jawabannya ditengak isak-isak tangisannya :”surat surat itu
untuk mama”
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca...tetapi aku terus
mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya.”tetapi kenapa harus memposkan
surat yg begitu banyak pada waktu yang sama.?”
Jawabannya”aku telah menulis surat buuat mami untuk waktu
yang lama, tetapi setiap kali saya mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi
bagiku. Sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tetapi baru kali ini ketika aku kembali
kekotak pos aku bisa mencapai kotak itu dan mengirimnya sekaligus.
Setelah mendengar penjelasan itu aku kehilangan kata-kata,
aku bingung, tidak tau apa yang harus aku lakukan dan apa yg harus aku tanyakan
lagi.
Aku bilang pada anakku “nak mamimu sudah di surga, jaadi
untuk selanjutnya jika kamu hendak menulis sesuatu untuk mama, cukup dengan
membakar surat tersebut maka suratnya akan sampai kepada ibumu.setelah
mendengar hal itu anakku jadi tenang.dan segera setelah itu iya bisa tidur
dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat itu atas namanya, jadi
saya segera membawa surat itu keluar, tapi ..saya jadi penasaran untuk membuka
surat tersebut sebelum surat tersebut berubah menjadi abu
Dan salah satu isi surat tersebut membuat hati saya
hancur...
Mammy sayang’.. saya sangat merindukanmu! hari ini, ada
sebuah acara “pertunjukan bakat” di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk
hadir diacara itu. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya
juga. Aku tidak memeritahu ayah hal ini karena saya takut ayah akan menangis
dan merindukanmu lagi.
Saat ini aku menyembunyikan kesedihan, aku duduk didepan
komputer dan mulai bermain game disalah satu toko. Ayah keliling-keliling
mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah
memukuli aku, tetapi akutidak
memnceritakan alasan yang sebenarnya.
Mammi.. setiap hari saya melihat ayah merindukanMu. Setiap kali
dia teringat padamu, iya begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis
dikamarnya.saya pikir kitaberdua amat sngat merindukanmu.terlalu berat untuk
kita berdua saya rasa, tapi ma, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mama muncul
dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang
jika kau tudur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat
orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mama kenapa engkau takpernah muncul?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa
terhentikarena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak pernah
dapat digantikan semenjak ditinggal oleh seorang istri saya..
Untuk para suami, yang telah dianugrahi seorang istri yang
baik yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima kasih kepadanya
setiap hari. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu,
membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, dan selalu setia menunggumu, menjaga dan
menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia
sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena engkau
apabila telah kehilangan dia, tidak ada emas, permata, intan dan berlian yang
bisa menggantikan posisinya.
NOTE : cerita ini nyata dialami oleh seorang ayah (hiden
name ) dia menceritakan kepada saya secara lisan. Yang kemudian saya buat
kebentuk tulisan karena saya rasa ini perlu diketahui publik.banyak hal positif
yg bisa kita kutip dari cerita tersebut.
Maaf sebelumnya klau ada yang mengalami hal yang sama...
ARUL SIJABAT
Langganan:
Postingan (Atom)